Jumat, 28 Februari 2014

Kisah (Berlebihan) Saya Mengenai Kegemaran Membaca Buku

Sudah lama saya tidak posting tulisan di blog ini. Selain memang sedang tidak memiliki cerita karena sedang tidak melakukan perjalanan, juga sedang tidak memiliki waktu karena sedang memiliki kegiatan baru. Kegiatan yang menurut saya seru karena ini adalah kegiatan yang baru dan sesuai dengan hobi saya. Saya akan bercerita sedikit tentang hobi ini deh.

Saya memiliki kegemaran membaca buku. Kegemaran ini saya dapatkan sejak kecil berkat mama saya yang sering mengajak anak-anaknya ke toko buku yang diawali dengan sekedar membeli buku tulis menjelang tahun ajaran baru sekolah. Setelah itu, mama saya semakin sering mengajak anak-anaknya ke toko buku di hari libur sekolah. Yah, karena kesibukan ayah saya yang jarang memiliki kesempatan mengajak kami berlibur ke tempat wisata namun kami terlalu aktif di rumah sehingga mama saya lebih memilih kami keluyuran di toko buku dari pada keluyuran di sekitar lingkungan rumah yang tidak dapat awasi tingkah kami.

Dahulu saya memang sangat aktif sekali bermain di sekitar rumah. Sering mama saya menyuruh saya dan adik saya tidur siang namun dengan diam-diam kami menyelinap ke luar rumah dan bermain, bisa sampai ke RW sebelahnya sebelah.ahahaha. Oleh karena itu, mama saya lebih suka membawa kami ke toko buku karena kami dapat dengan mudahnya di temukan di bagian buku anak. Lalu setelah sampai rumah, saya masih asyik dengan buku atau barang baru yang kami beli hingga beberapa hari tidak bermain keluar rumah. Saat di toko buku, kami bisa menghabiskan waktu berjam-jam tanpa kami sadari. Biasanya tiba di toko buku siang dan baru pulang menjelang malam. Mungkin karena melihat sikap saya itu makanya orangtua saya jadi lebih sering mengajak anaknya ke toko buku saat libur singkat daripada mengajak kami ke tempat wisata.

Kemudian saat saya sudah lebih mandiri bepergian keluar rumah tanpa ditemani orang dewasa, yaitu SMP, kegiatan ke toko buku menjadi salah satu kegiatan favorit saya. Bersekolah di Cawang dengan akses dua kali ganti angkutan umum tidak mematahkan semangat saya untuk sering menghampiri toko buku yang berada di Matraman. Bahkan jika saya bermain ke Mall mana pun bersama teman sekolah, saya sempatkan diri untuk menghampiri toko buku walaupun tidak membeli apa pun. Rasanya berada di antara buku-buku itu saja sudah senang tanpa harus membawa pulang satu pun.

Beruntungnya, saya dikelilingi lingkungan yang juga mendukung saya menggemari buku bacaan. Sejak SD, sekolah saya memiliki perpustakaan dengan pilihan buku cerita anak yang cukup banyak.Pernah terlambat masuk kelas karena keasikan membaca buku di perpustakaan, tidak mendengar bel masuk.hehehe Lalu sekolah SMP saya pun memiliki perpustakaan dengan koleksi buku yang beragam dari novel, komik baik Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Ditambah dengan teman-teman SMP yang juga memiliki hobi yang sama, membaca buku. Kami sering membawa buku bacaan tersebut ke sekolah lalu bertukar buku bacaan jika sudah selesai membaca. Teman-teman saya juga sering mengajak saya ke toko buku dan sama-sama memiliki keinginan menghampiri toko buku saat kami sedang pergi bersama ke Mall di daerah Kelapa Gading. Kegiatan seperti itu berlanjut hingga saya SMA. Walau saya tidak bersama dengan teman-teman SMP, namun teman-teman SMA saya pun memiliki kebiasaan yang tidak berbeda dengan teman SMP saya. Gemar membaca buku dan mampir ke toko buku bila sedang di Mall.

Jika membicarakan koleksi buku saya, mungkin saya sudah memiliki ribuan buku jika saya masih menyimpan baik-baik buku yang pernah saya beli. Tapi namanya juga anak kecil, terkadang membawa barang pergi namun tidak membawanya pulang. Saya suka meminjamkan buku ke teman atau saudara namun buku tersebut tidak kembali. Tidak jarang juga buku tersebut dibawa pulang ke rumah saudara tanpa saya ketahui. Kehilangan terbesar saya saat saya harus kuliah di luar kota. Saya tidak dapat membawa dan juga tidak dapat mengawasi buku koleksi saya.

Setelah beberapa bulan kuliah dan saat liburan, saya sempatkan pulang ke Jakarta. Saat tiba di rumah, saya dikejutkan dengan lemari saya yang digunakan adik saya dan buku-buku saya sudah terikat rapi di gudang. Selain itu, buku-buku saya mencar kemana-mana membuat saya marah hebat ke bapak saya yang merapikan buku-buku itu. Setelah itu, saya coba mengumpulkan kembali buku-buku saya dan kembali menambah koleksi. Namun di tahun 2012, Bapak saya kembali membuat saya marah besar. Bapak saya merapikan buku-buku saya lagi, dengan diikat-ikat lagi dan bawa ke kantornya. Hingga sekarang saya tidak tahu keberadaan koleksi buku saya itu. Sejak itu, saya jarang membeli buku dan sekarang koleksi saya hanya satu lemari dengan tiga tingkat saya dengan lebar sekitar 2 meter. Sedih rasanya jika mengingat keteledoran saya menyimpan buku koleksi saya. Jika dikumpulkan, tampaknya saya bisa menghiasi satu sisi dinding kamar saya. hahh,saya membayangkan sedang menatap koleksi buku saya sehingga tertidur lelap dengan senyuman dan bermimpi indah.

Terlalu berlebihan ya? Well, namanya juga kegemaran. Apapun jenis kegemarannya, pasti kita akan memberikan usaha yang lebih agar bisa melakukan atau mewujudkan kegemaran kita kan? Itulah kisah berlebihan saya tentang kegemaran membaca buku. Bagaimana dengan kisah kamu?

1 komentar:

  1. dari tulisan yang saya baca sepertinya mbak ini sesosok manuasia langka hehheeee...jaranmg2 lho yang hobi baca n ngoleksi buku. Mbak "keren"

    BalasHapus